Tiga Jenis Manipulasi Pertandingan

Tiga Jenis Manipulasi Pertandingan

Dalam sebuah perlombaan selalu ada yang menang dan ada pula yang kalah dan hasil tersebut adalah hal yang tidak dapat dipastikan. Namun untuk laga yang dijadikan bahan taruhan terkadang ada sejumlah pihak yang bertindak untuk mengatur bagaimana permainan akan berjalan serta hasil akhir seperti apa yang harus terjadi. Walau pun kami masih menyebutnya kadang – kadang, sebenarnya hal seperti ini selalu terjadi apalagi bila judi olahraga tersebut digelar pada cabang olahraga favorit seperti sepak bola. Mungkin yang tepat untuk dibilang “kadang – kadang” adalah terungkapnya kasus pertandingan terseting. Ya, memang begitu adanya sebab sepak bola kini telah menjadi industri penghasil uang yang menjanjikan.

Tiga Jenis Manipulasi Pertandingan

Tindak manipulasi pertandingan atau dalam bahasa Inggris disebut match manipulation ini telah coba diteliti oleh Norwegia. Dari penelitian tersebut mereka lantas menggolongkan match manipulation menjadi tiga jenis. Adapun sebutan dan penjelasannya dapat anda temukan di bawah ini.

Baca Juga: “Komentar Mantan Tangan dan Kaki Mafia Judi Tentang Sepak Bola Indonesia

  1. Match Fixing

Jenis settingan hasil perlombaan yang telah lama ada. Untuk menyukseskan sabotase pertandingan ini harus ada pemain atau klub yang disuap supaya kalah dengan sengaja.

Hasil akhirnya benar – benar sudah jelas (fix) sehingga kita yang punya koneksi dengan bandar bisa langsung menang telak dan untuk besar. Untuk pengaturannya bisa mencakup keseluruhan lomba dari awal hingga selesai atau separuh durasi saja.

  1. Point Saving

Berbeda dengan kategori pertama dimana satu pihak akan mengalah, point saving justru mendekati tim atau atlet yang lebih unggul dalam hal kekuatan. Mafia judi akan meminta pihak tangguh tersebut untuk tidak mencetak point melebihi angka tertentu. Tujuannya sebenarnya tetap sama dengan match fixing yaitu telah ditetapkannya hasil akhir pertandingan.

  1. Sport Fixing

Jenis inilah yang secara keseluruhan berbeda, mafia tidak meminta seperti apa pertandingan harus berkahir dan tidak meminta salah satu peserta untuk mengalah. Sport fixing lebih kepada pengaturan terhadap komponen / bagian peristiwa dari sebuah pertandingan. Contoh bolanya dalam sepak bola akan ada saat tendangan sudut terjadi. Nah, disinilah bandar abal – abal yang hanya mengaku sebagai Agen judi bola menggerakan ‘kuda pengungkit’ mereka agar mendapatkan keadaan yang nantinya akan memberikan keuntungan bagi diri mereka pribadi.

 

Related posts